Minggu, 20 Februari 2011
Manajemen Sistem Informasi PNPM Mandiri Perkotaan
Tugas Mata Kuliah Management Information System
Universitas Bina Darma Palembang
Kelas B Angkatan XVI
Sistem Informasi Manajemen (SIM) diterapkan dalam sebuah program pemberdayaan masyarakat seperti P2KP atau PNPM pada dasarnya digunakan sebagai bahan data dasar dari serangkaian informasi yang dapat dipercaya untuk mengukur berapa besar dampak yang terjadi dari berjalannya proyek tersebut. Hal ini menjadi sangat penting mengingat proyek-proyek pemberdayaan masyarakat ini tidak dapat diukur secara kasat mata seperti proyek-proyek fisik lainnya yang bisa diukur dalam capaian unit, meter, buah atau persentasi capaian pekerjaan.
Dalam proyek Pemberdayaan Masyarakat seperti ini, SIM akhirnya juga menggunakan ukuran-ukuran fisik yang sedekat mungkin dapat di gunakan untuk mengukur kinerjanya, ukuran tersebut antara lain adalah jumlah-jumlah keterlibatan masyarakat yang merupakan obyek sasaran dari proyek ini. Meski demikian ukuran ini tidaklah merupakan ukuran yang cukup benar tentang seberapa jauh masyarakat mengenal, memahami atau bahkan menjadi berubah secara signifikan kearah yang diharapkan karena berjalannya proyek ini. Kompleksitas dan luasnya lingkup yang harus direkam dan diamati didalam SIM guna mendapatkan kebenaran senyatanya dari hasil yang didapat dari proyek ini sangatlah besar. Hal ini dikarenakan piranti ukur yang digunakan oleh masing-masing pengamat menjadi beragam dan tidak sama, akibatnya data yang diambil dari lapanganpun menjadi beragam bahkan hampir tak terbatas.
Seseorang mungkin saja hanya memerlukan jumlah kehadiran penduduk untuk mengukur tingkat capaian sebuah siklus, pihak lain mungkin akan mengukur dengan tingkat pemahaman sekelompok orang daripada jumlah orang yang kebetulan tersosialisasikan, beberapa kelompok lagi mungkin punya cara lain yang digunakannya untuk mengukur keberhasilan pekerjaan ini. Karena sebab itulah, akhirnya SIM dalam pekerjaan Pemberdayaan Masyarakat menjadi sangat kompleks dan luas. Lebih jauh lagi adalah diperlukannya aplikasi database yang digunakan untuk menghimpun data dari lapangan. Mengingat beragamnya pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini dan setiap individu jelas memiliki ketrampilan yang berbeda-beda mengenai peralatan komputer dan aplikasinya. Keadaan ini menambah beban dari SIM itu sendiri. Sistim yang kompleks dengan banyak partikel data yang harus di isi memiliki keuntungan dan sekaligus kerugian yang cukup berpengaruh.
Tugas Mata Kuliah Management Information System
Universitas Bina Darma Palembang
Kelas B Angkatan XVI
Sistem Informasi Manajemen (SIM) diterapkan dalam sebuah program pemberdayaan masyarakat seperti P2KP atau PNPM pada dasarnya digunakan sebagai bahan data dasar dari serangkaian informasi yang dapat dipercaya untuk mengukur berapa besar dampak yang terjadi dari berjalannya proyek tersebut. Hal ini menjadi sangat penting mengingat proyek-proyek pemberdayaan masyarakat ini tidak dapat diukur secara kasat mata seperti proyek-proyek fisik lainnya yang bisa diukur dalam capaian unit, meter, buah atau persentasi capaian pekerjaan.
Dalam proyek Pemberdayaan Masyarakat seperti ini, SIM akhirnya juga menggunakan ukuran-ukuran fisik yang sedekat mungkin dapat di gunakan untuk mengukur kinerjanya, ukuran tersebut antara lain adalah jumlah-jumlah keterlibatan masyarakat yang merupakan obyek sasaran dari proyek ini. Meski demikian ukuran ini tidaklah merupakan ukuran yang cukup benar tentang seberapa jauh masyarakat mengenal, memahami atau bahkan menjadi berubah secara signifikan kearah yang diharapkan karena berjalannya proyek ini. Kompleksitas dan luasnya lingkup yang harus direkam dan diamati didalam SIM guna mendapatkan kebenaran senyatanya dari hasil yang didapat dari proyek ini sangatlah besar. Hal ini dikarenakan piranti ukur yang digunakan oleh masing-masing pengamat menjadi beragam dan tidak sama, akibatnya data yang diambil dari lapanganpun menjadi beragam bahkan hampir tak terbatas.
Seseorang mungkin saja hanya memerlukan jumlah kehadiran penduduk untuk mengukur tingkat capaian sebuah siklus, pihak lain mungkin akan mengukur dengan tingkat pemahaman sekelompok orang daripada jumlah orang yang kebetulan tersosialisasikan, beberapa kelompok lagi mungkin punya cara lain yang digunakannya untuk mengukur keberhasilan pekerjaan ini. Karena sebab itulah, akhirnya SIM dalam pekerjaan Pemberdayaan Masyarakat menjadi sangat kompleks dan luas. Lebih jauh lagi adalah diperlukannya aplikasi database yang digunakan untuk menghimpun data dari lapangan. Mengingat beragamnya pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat ini dan setiap individu jelas memiliki ketrampilan yang berbeda-beda mengenai peralatan komputer dan aplikasinya. Keadaan ini menambah beban dari SIM itu sendiri. Sistim yang kompleks dengan banyak partikel data yang harus di isi memiliki keuntungan dan sekaligus kerugian yang cukup berpengaruh.
Keuntungan bahwa banyak partikel data yang masuk menyebebkan semakin mudah dalam pengolahan data menjadi informasi, akan tetapi sebaliknya pengguna awam di tingkat basis akan terbebani dan akhirnya menyebabkan banyak partikel yang terlewatkan dan dibiarkan kosong, hal ini jelas sangat mengganggu dalam melakukan proses kearah informasi yang benar. Akan tetapi membiarkan para pelaku awam menjadi menang dengan membuat aplikasi database yang memiliki partikel data sangat sedikit juga akan merugikan proyek itu sendiri, karena tidak akan ada hasil baik yang didapat dari bahan baku yang sangat sedikit. Berjalan ditengah merupakan pilihan paling baik yang harus dilakukan untuk mencapai kompromi antara kebutuhan informasi dan kesediaan atau kemampuan para sumber data.
Tentang MIS PNPM Mandiri Perkotaan
Pada saat ini, SIM P2KP menggunakan beberapa aplikasi guna untuk mengumpulkan data dan sekaligus untuk mengolah hasilnya menjadi informasi sederhana. Adapun aplikasi tersebut adalah:
Tentang MIS PNPM Mandiri Perkotaan
Pada saat ini, SIM P2KP menggunakan beberapa aplikasi guna untuk mengumpulkan data dan sekaligus untuk mengolah hasilnya menjadi informasi sederhana. Adapun aplikasi tersebut adalah:
Aplikasi Quick Status.
Aplikasi ini digunakan untuk mencatat kegiatan yang sedangproses dan yang sudah dianggapseles a i. Aplikasi ini diup date disetiap minggu, di input dari tingkat Korkot dengan data berasal dan divalidasi dari SF. Data berupa kode-kode kegiatan yang berasal dari Master Schedule. Informasi yang didapat berupa kelurahan atau desa yang sedang melakukan atau selesai melakukan sebuah kegiatan pada minggu tersebut, kemudian dibandingkan dengan Master Schedule untuk menilai apakah terjadi keterlambatan, normal atau percepatan juga kesesuaian urutan siklus.
Aplikasi Pemberdayaan Masyarakat
Aplikasi ini merupakan gudang data dari setiap siklus yang dijalankan dilapangan, data akan terisi sesuai dengan siklus yang sedang berjalan. Data berasal dari Fasilitator, di rekapitulasi oleh senior fasilitator sekaligus di validasi tingkat pertama, kemudian divalidasi di tingkat korkot sebelum di inputkan. Aplikasi ini di update setiap pertengahan bulan dan di akhir bulan. Kelompok data terbagi atas :
1. Data Statis, yakni data statistik penduduk, data BKM dan keanggotaannya, data Pelaku di tingkat Korkot/KMW, Warga Miskin dan Program Jangka Menengah
2. Data Dinamis, yakni data kegiatan rembug-rembug, Focus Discussion
Aplikasi Pemberdayaan Masyarakat
Aplikasi ini merupakan gudang data dari setiap siklus yang dijalankan dilapangan, data akan terisi sesuai dengan siklus yang sedang berjalan. Data berasal dari Fasilitator, di rekapitulasi oleh senior fasilitator sekaligus di validasi tingkat pertama, kemudian divalidasi di tingkat korkot sebelum di inputkan. Aplikasi ini di update setiap pertengahan bulan dan di akhir bulan. Kelompok data terbagi atas :
1. Data Statis, yakni data statistik penduduk, data BKM dan keanggotaannya, data Pelaku di tingkat Korkot/KMW, Warga Miskin dan Program Jangka Menengah
2. Data Dinamis, yakni data kegiatan rembug-rembug, Focus Discussion
- Group,
- Pemetaan
- Swadaya,
- Pelatihan-pelatihan,
- Pembentukan
- kelembagaan.
Aplikasi Bantuan Langsung Masyarakat
Aplikasi ini merupakan aplikasi untuk merekam Program jangka Menengah yang dibuat oleh BKM, pencatatan proposal usulan hingga pelaksanaan, perguliran dana serta KSM pemanfaat. Data berasal dari UP- UP BKM yang dihimpun oleh Fasilitator, divalidasi oleh SF dan Korkot dengan persetujuan BKM, di update setiap pertengahan bulan dan diakhir bulan. Pada saat ini, aplikasi ini terbagi 2 pengguna, yakni pemanfaat BLM di wilayah dampingan baru PNPM dan wilayah lama PNPM. Informasi yang diperoleh adalah Progam Jangka Menegah Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis), Jumlah dana BLM, dan pemanfaatannya.
Aplikasi ini merupakan aplikasi untuk merekam Program jangka Menengah yang dibuat oleh BKM, pencatatan proposal usulan hingga pelaksanaan, perguliran dana serta KSM pemanfaat. Data berasal dari UP- UP BKM yang dihimpun oleh Fasilitator, divalidasi oleh SF dan Korkot dengan persetujuan BKM, di update setiap pertengahan bulan dan diakhir bulan. Pada saat ini, aplikasi ini terbagi 2 pengguna, yakni pemanfaat BLM di wilayah dampingan baru PNPM dan wilayah lama PNPM. Informasi yang diperoleh adalah Progam Jangka Menegah Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis), Jumlah dana BLM, dan pemanfaatannya.
Aplikasi Extension
Aplikasi ini merupakan lanjutan dari aplikasi Pemberdayaan Masyarakat. Data berasal dari UP-UP BKM yang dihimpun oleh Fasilitator, divalidasi oleh SF dan Korkot dengan persetujuan BKM, di update setiap pertengahan bulan dan diakhir bulan.
Kelompok data terbagi atas:
Informasi yang didapat adalah Profil Kelurahan/Desa, Profil BKM dan PAD (Project Appraisal Document) berupa nilai target yang harus dicapai untuk setiap kegiatan.
Aplikasi ini merupakan lanjutan dari aplikasi Pemberdayaan Masyarakat. Data berasal dari UP-UP BKM yang dihimpun oleh Fasilitator, divalidasi oleh SF dan Korkot dengan persetujuan BKM, di update setiap pertengahan bulan dan diakhir bulan.
Kelompok data terbagi atas:
- Data Statis, yakni data statistik penduduk, data BKM dan keanggotaannya, data Pelaku di tingkat Korkot/KMW, Warga Miskin dan Program Jangka Menengah
- Data Dinamis, yakni data kegiatan rembug-rembug dalam rangka review, Focus Discussion Group, Pemetaan Swadaya, Pelatihan-pelatihan, perguliran dana dan channeling.
Informasi yang didapat adalah Profil Kelurahan/Desa, Profil BKM dan PAD (Project Appraisal Document) berupa nilai target yang harus dicapai untuk setiap kegiatan.
Berlangganan Postingan [Atom]

Posting Komentar